16 July 2014

Komposisi pangan secara umum, perubahan pasca panen dan kerusakan pangan

•       Output
Mahasiswa mampu menjelaskan
–      Komposisi pangan secara umum
–      Jenis dan  mekanisme kerusakan pangan


Komposisi pangan
•       Komponen makro
–      Air, karbohidrat, lemak, protein
•       Komponen mikro
–      Vitamin, mineral, pigmen, komponen organik lainnya
•       Bahan fungsional
–      Komponen makro dan mikro yang memiliki fungsi kesehatan

 Air
•       Mempengaruhi
–      Kesegaran
–      Stabilitas
–      Keawetan
–      Kemudahan reaksi kimia
–      Aktivitas enzim
–      Pertumbuhan mikroba


 Tipe air
•       Pure water
•       Free water
•       Adsorbed water
•       Bound water


Kadar air dan aw
•       Kadar air: jumlah absolut air dalam pangan sebagai komponen pangan
•       Aw: bagaimana air dapat berperan atau beraktivitas pada suatu reaksi kimia dan biologi dalam pangan


Karbohidrat
•       Karbohidrat sederhana
–      Monosakarida
–      Disakarida
•       Oligosakarida
–      rafinosa, stakhiosa, dan verbaskosa
•       Polisakarida kompleks
–      Pati


Lemak
•       Kelompok lipida yang tersusun dari asam lemak dan gliserol
•       Kelompok berdasarkan kemampuan disintesis tubuh
–      Esensial
•       Oleat, linoleat, linolenat
–      Non esensial
•       Kelompok berdasarkan kejenuhan
–      Jenuh
–      Tidak jenuh


Protein
•       Asal
–      Hewani
–      Nabati
•       struktur molekul
–      Primer, skunder, tersier, kuartener
•       Kemampuan tubuh memproduksi
–      Esensial
–      Non esensial


Vitamin
•       Larut air
•       Larut lemak

http://www.ars.usda.gov/Services/docs.htm?docid=8964
merupakan software untuk mengetahui nilai gizi makanan
  





Kerusakan pangan
•       is the process in which food deteriorates to the point in which it is not edible to humans or its quality of edibility becomes reduced
•       Food that is capable of spoiling is referred to as perishable food.
•       Harvested crops decompose from the moment they are harvested due to attacks from microorganisms. These include bacteria, mold, yeast, and enzymes.


Klasifikasi Bahan Pangan
•       Makanan tidak mudah rusak (non perishable foods), dpt disimpan relatif lama pada suhu kamar
–      Co: beras, kacang-kacangan kering
•       Makanan agak mudah rusak (semi perishable foods), dpt disimpan pada jangka waktu terbatas
–      Co: bawang bombay, umbi-umbian
•       Makanan mudah rusak (perishable foods), cepat rusak bila disimpan tanpa perlakuan/pengawetan
–      Co: daging, ikan, susu, buah matang, sayur


Rusak???
•       Bila menunjukkan penyimpangan karakteristik dari keadaan normal
–      Kentang, ubi jalar, wortel jadi lunak
–      Sawo, mangga, apel memar
–      Sayur asin berlendir dan bau busuk
–      Makanan kaleng bau busuk, kaleng menggembung
–      Gorengan gosong
–      Tepung menggumpal, mengeras
–      Minyak goreng tengik
–      Ikan busuk
–      Kacang-kacangan berkapang


Penyimpangan mutu bahan pangan:
•       Susut kualitatif
–      Bahan pangan mengalami penurunan mutu sehingga tidak layak lagi dikonsumsi oleh manusia
•       perubahan-perubahan biologi (mikroba, serangga, tungau, respirasi)
•       perubahan-perubahan fisik (tekanan, getaran, suhu, kelembaban)
•       perubahan-perubahan kimia dan biokimia (reaksi pencoklatan, ketengikan, penurunan nilai gizi dan aspek keamanan terhadap kesehatan manusia)
•       Susut kuantitatif
–      Kehilangan jumlah atau bobot hasil pertanian, akibat penanganan pasca panen yang tidak memadai, dan karena gangguan biologi (proses respirasi, serangan serangga dan tikus)


JENIS KERUSAKAN
•       Kerusakan mikrobiologis
•       Kerusakan mekanis dan fisik
•       Kerusakan kimiawi
•       Kerusakan biologis


Kerusakan Mikrobiologi
•       Bakteri, kapang, khamir
•       Cara perusakan: menghidrolisa atau mendegradasi makromolekul yang menyusun bahan pangan menjadi fraksi-fraksi yang lebih kecil
–      Karbohidrat ® gula sederhana
–      Protein ® peptida, amida, amoniak
–      Lemak ® gliserol, asam lemak


Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba:
–      Aktivitas air (Aw) bahan pangan (air bebas yang terkandung dalam bahan pangan yang dapat digunakan oleh mikroba untuk pertumbuhannya)
–      pH bahan pangan
–      Kandungan zat gizi bahan pangan
–      Suhu penyimpanan dan pengolahan
–      Ketersediaan oksigen


Aw untuk pertumbuhan jasad renik

Mikroorganisme
    Aw minimum
Bakteri  
     0,90
Khamir
     0,88
Kapang
     0,80
Bakteri halofilik (tahan lar. garam)
     0,75
Kapang serofilik (tahan lar. pekat)
     0,65
Khamir osmofilik (tahan kekeringan)     
0,60



Kerusakan Mekanis dan Fisik
•       Kerusakan mekanis
–      Karena benturan-benturan mekanis: pelemparan bahan, penggunaan alat saat panen (galah, jatuh, cangkul), saat transportasi
•       Kerusakan fisik
–      Karena perlakuan fisik:
•       Pengeringan (case hardening)
•       Pendinginan (chilling injuries dan freezing injuries)


Kerusakan dingin pada buah-buahan yang disimpan di bawah suhu terendah yang aman


KomoditiSuhu terendah yang amanKerusakan yang terjadi jika disimpan pada suhu antara 32 oF dan suhu terendah yang aman
Apel
36-38
Pencoklatan bagian dalam, bagian tengah coklat, lembek, dan lepuh
Avokat
40-45
Daging buah coklat kehitaman
Pisang
53-56
Warna jelek jika matang
Jeruk besar
50
Lepuh, lubang cacat, benyek
Mangga
50-55
Kulit lepuh, kehitam-hitaman, pematangantidak merata
Semangka
40
Lubang cacat, busuk pada permukaan
Pepaya
45
Lubang cacat, gagal matang, citarasamenyimpang, busuk
Nanas
45-50
Warna ijau jelek jika matang
Tomat (matang)
45-50
Pelunakan, benyek dan busuk
Tomat hijau
55
Warna jelek jika matang dan busuk


•       Kerusakan Kimiawi
•       Reaksi pencoklatan:
–      Enzimatis
–      Non-enzimatis
•       Proses ketengikan:
–      Oksidatif
–      hidrolisis
•       Reaksi pencoklatan enzimatis
•       Tidak terlalu banyak dijumpai pada bahan pangan berkadar air rendah
•       Aktivitas enzim dipengaruhi: kadar air, ketersediaan oksigen, suhu, pH, lama penyimpanan
•       Umum terjadi pada buah dan sayuran
•       Apel, pisang, salak, kentang, kandungan polifenoloksidase ­
•       Bisa terjadi jika ada:
–      substrat senyawa fenolik
katekin, dan turunannya seperti tirosin, asam kafeat, asam klorogenat, leukoantosianin
  1. Enzim
Polifenoloksidase, fenoloksidase, fenolase, polifenolase,
  1. oksigen
•       Reaksi pencoklatan non-enzimatis
•       Reaksi maillard
•       Karamelisasi
•       Pencoklatan akibat vitamin C
•       Maillard: ahli kimia Perancis, 1912 pertama kali menjelaskan terjadinya reaksi maillard
•       Terjadi pada bahan pangan yang mengandung gula pereduksi dan protein, tergantung pada suhu, pH, dan Aw selama penyimpanan
–      Asam amino + gula pereduksi = seny. Kompleks tdk berwarna larut dlm air
–      Seny. kompleks akan terurai lagi membentuk seny. kompleks berwarna coklat tdk larut dalam air
•       Hasil Rx. Maillard:
–      Seny. yang memiliki daya antioksidan dan dapat mencegah terjadinya oksidasi lemak selama penyimpanan
–      Terbentuknya seny. kompleks berwarna coklat yg tdk larut air menyebabkan bahan pangan sulit direkonstruksi (tepung telur, susu bubuk, dll)
–      Penurunan nilai gizi (seny. Kompleks yg terbentuk sulit dicerna, kand. asam amino berkurang, terutama lisin yg paling reaktif dengan gula pereduksi)
–      Citarasa ada yang diinginkan (kopi sangrai, roti panggang)
•       KARAMELISASI
•       Rasa gula karamel merupakan kombinasi rasa manis, pahit, dan asam
•       Terjadi selama pengolahan
•       Tahapan reaksi karamelisasi:
–      Pemecahan molekul sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
–      Suhu tinggi, misal 170oC, akan mengeluarkan molekul air dari tiap molekul gula sehingga terbentuk glukosa
–      Proses pemecahan dan dehidrasi dilanjutkan dengan polimerisasi, dan timbul beberapa asam dalam campuran tersebut
–      Pencoklatan Akibat Vitamin C
•       Vit. C (as. askorbat) merupakan seny. reduktor dan bertindak sebagai prekursor untuk pembentukan warna coklat non-enzimatis
•       Menyebabkan penurunan nilai gizi
•       Kerusakan Biologis
•       Kerusakan karena serangga, pengerat, ulat
•       Penyusutan kualitatif dan kuantitatif
•       Seragga menyebabkan kerusakan terbesar dalam bahan pangan
•       Penularan terjadi karena perpindahan komoditas dari gudang 1 ke gudang lainnya
•       Pertumbuhan cepat 25-350C
•       Pencegahan dengan fumigasi insektisida, pengendalian atmosfer, predator, bahan alami, midifikasi fisik
•       Tikus merusak kemasan dan bahan pangan
•       Kontaminasi urin, kotoran, bulu, bangkai yang menyebabkan berbagai penyakit
•       Assesment
•       Simple
–      Visual and olfactory impression
–      Ex daging mentah dapat disimpulkan busuk apabila warnanya yang merah terang telah hilang
•       Analytical
–      By some test


No comments:

Post a Comment