Program studi Ilmu gizi, fakultas kedokteran, universitas diponegoro bekerjasama dengan Pergizi Pangan Indonesia dan AIPGI (Asosiasi Institusi Pendidikan Gizi Indonesia) menyelenggarakan Seminar Pangan Aman dan Bergizi untuk mewujudkan gizi seimbang yang akan diselenggarakan pada 18 maret 2015 jam 08.00 wib sampai selesai
kemudian akan dilanjutkan dengan Workshop dengan Tema pelaksanaan pengayaan materi keamanan pangan pada siangnya
Fitriyono Ayustaningwarno STP., MSi MOS akan menjadi salah satu pembicara dalam workshop dengan materi pada kuliah Ilmu bahan Makanan
berikut adalah materi workshop dari Fitriyono Ayustaningwarno STP., MSi MOS
flavor enhancer
food additives
Showing posts with label Ilmu Bahan Makanan. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Bahan Makanan. Show all posts
16 March 2015
20 July 2014
Umbi-umbian dan Ukuran Rumah Tangga
Output
Mahasiswa mampu menjelaskan
– jenis,
– komposisi,
– syarat
umum, sifat khas,
– hasil
olah,
– manfaat,
– mutu
dan
– penyimpanan
umbi-umbian
– URT
• Umbi
• definisi
• Jenis
• UBI
KAYU/SINGKONG
(Manihot esculenta Crantz)
(Manihot esculenta Crantz)
• Sumber
karbohidrat (makanan utama)
– Gaplek
– tiwul
• MOCAF
• prinsip
memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi.
• enzim
pektinolitik dan sellulolitik
• liberasi granula pati.
• perubahan
karakteristik dari tepung
• naiknya
viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut.
• granula
pati
– hidrolisis
– monosakarida
– menghasilkan
asam-asam organik
– aroma
dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang
cenderung tidak menyenangkan konsumen.
• penghilangan
komponen penimbul warna,
– pigmen
(khususnya pada ketela kuning), dan
– protein
– menyebabkan
warna coklat ketika pemanasan.
• lebih
putih dari tepung ubi kayu biasa.
• karakteristik
dan kualitas hampir menyerupai tepung terigu.
• Sehingga
cocok untuk menggantikan bahan terigu untuk kebutuhan industri makanan.
• Sianida
pada Ubi Kayu
• The
plant contains a cyanogenetic glucoside called phaseolunatin
• to
break down upon harvest into hydrocyanic acid, acetone and glucose
• by
the action of the enzyme linase
• The
presence of hydrocyanic acid is easily recognized by a bitter taste.
• Sianida
pada Ubi Kayu
• Menghilangkan
sianida
• Hydrolysis
of the glucoside by the enzyme can be accelerated by
• soaking
the roots in water,
• by
crushing or
• cutting
them or
• by
heating.
• In
sweet varieties,
– located
in the skin and in the exterior cortical layer,
• while
in bitter varieties
– uniformly
distributed in all parts of the roots
• Biofuel
– ethanol
• Pascapanen
• Once
the roots are harvested, they begin to deteriorate within about 48 hours,
• initially
owing to enzymatic changes in the roots and
• then
to rot and decay.
• The
roots may be kept refrigerated for up to a week.
• They
may be stored in the ground for longer periods if they are not detached from
the plant.
• Persiapan
penyimpanan
umbi-umbian
umbi-umbian
• Curing
atau kuring
• menempatkan
produk pada suhu tinggi dan kelembaban nisbi tinggi untuk beberapa hari
• penyembuhan
luka saat panen dan terbentuknya lapisan sel-sel pelindung
• satu
hari atau kurang suhu 35-45oC dan kelembaban nisbi 60-75%.
• Lapisan
kulit yang sudah kering kemudian melindungi produk dari kehilangan atau susut
air selama penyimpanan.
• Penyimpanan
kentang
• Suhu
ruang, kering, tidak terkena sinar
matahari langsung, dan sirkulasi udara baik.
• Kondisi
yang lembab akan mempercepat kerusakan,
• cahaya
– dapat
merangsang pertumbuhan klorofil,
– kentang
akan berubah warna menjadi hijau
– Terbentuknya
alkaloids (solanine dan chaconine), beracun, pahit.
– Terbentuk
klorofil
• Pedoman
pemilihan kentang
• bentuknya
yang bagus (tidak lekuk),
• tidak
bernoda, tidak berlubang,
• tidak bertunas, dan kulitnya tidak terluka
atau memar.
• Umbi
yang bertunas sebetulnya tidak mempengaruhi kentang sebagai bahan pangan,
• tetapi adanya tunas akan
mempercepat pelayuan dan menurunkan mutunya.
• Diusahakan
kentang yang dibeli dalam keadaan mulus,
• paling
tidak hanya memiliki sedikit mata.
• Hindari kentang yang
– lunak, berair, berbau apek, dan
– memiliki
bagian kulit yang berwarna hijau.
• Apabila
bagian tersebut cukup luas biasanya kentang berasa pahit.
• Ukuran
rumah tangga
• Satuan
dalam URT
• Sendok
• Gelas
• Piring
• Mangkok
• Potong
• Ikat
• Buah
• Penelitian
URT
• Data
primer
– Jenis
pangan
– URT
(kecil, sedang, besar) (gr)
– Ukuran
panjang, lebar, tebal/ tinggi, diameter) (cm)
• Tugas
Perorangan
Membuat paper rempah rempah
Dengan 10 jurnal bahasa inggris dilampirkan
Kutipan Vancouver
Berisi
Klasifikasi
Foto/gambar
Penggunaan, pengolahan
Manfaat kesehatan
Daftar pustaka
Dikumpulkan saat UAS berbentuk file word di dalam CD
• Biofuel
– ethanol
16 July 2014
Komposisi pangan secara umum, perubahan pasca panen dan kerusakan pangan
• Output
Mahasiswa mampu menjelaskan
– Komposisi
pangan secara umum
– Jenis
dan mekanisme kerusakan pangan
Komposisi
pangan
• Komponen
makro
– Air,
karbohidrat, lemak, protein
• Komponen
mikro
– Vitamin,
mineral, pigmen, komponen organik lainnya
• Bahan
fungsional
– Komponen
makro dan mikro yang memiliki fungsi kesehatan
Air
• Mempengaruhi
– Kesegaran
– Stabilitas
– Keawetan
– Kemudahan
reaksi kimia
– Aktivitas
enzim
– Pertumbuhan
mikroba
Tipe
air
• Pure
water
• Free
water
• Adsorbed
water
• Bound
water
Kadar air dan aw
• Kadar
air: jumlah absolut air dalam pangan sebagai komponen pangan
• Aw:
bagaimana air dapat berperan atau beraktivitas pada suatu reaksi kimia dan
biologi dalam pangan
Karbohidrat
• Karbohidrat
sederhana
– Monosakarida
– Disakarida
• Oligosakarida
– rafinosa,
stakhiosa, dan verbaskosa
• Polisakarida
kompleks
– Pati
Lemak
• Kelompok
lipida yang tersusun dari asam lemak dan gliserol
• Kelompok
berdasarkan kemampuan disintesis tubuh
– Esensial
• Oleat,
linoleat, linolenat
– Non
esensial
• Kelompok
berdasarkan kejenuhan
– Jenuh
– Tidak
jenuh
Protein
• Asal
– Hewani
– Nabati
• struktur
molekul
– Primer,
skunder, tersier, kuartener
• Kemampuan
tubuh memproduksi
– Esensial
– Non
esensial
Vitamin
• Larut
air
• Larut
lemak
http://www.ars.usda.gov/Services/docs.htm?docid=8964
merupakan software untuk mengetahui nilai gizi makanan
• is
the process in which food deteriorates to the point in which it
is not edible to humans or its quality of edibility becomes reduced
• Harvested
crops decompose from the moment they are harvested due to attacks from
microorganisms. These include bacteria, mold, yeast, and enzymes.
Klasifikasi Bahan Pangan
• Makanan
tidak mudah rusak (non perishable foods), dpt disimpan relatif lama pada suhu
kamar
– Co:
beras, kacang-kacangan kering
• Makanan
agak mudah rusak (semi perishable foods), dpt disimpan pada jangka waktu
terbatas
– Co:
bawang bombay, umbi-umbian
• Makanan
mudah rusak (perishable foods), cepat rusak bila disimpan tanpa
perlakuan/pengawetan
– Co:
daging, ikan, susu, buah matang, sayur
Rusak???
• Bila
menunjukkan penyimpangan karakteristik dari keadaan normal
– Kentang,
ubi jalar, wortel jadi lunak
– Sawo,
mangga, apel memar
– Sayur
asin berlendir dan bau busuk
– Makanan
kaleng bau busuk, kaleng menggembung
– Gorengan
gosong
– Tepung
menggumpal, mengeras
– Minyak
goreng tengik
– Ikan
busuk
– Kacang-kacangan
berkapang
Penyimpangan mutu bahan pangan:
• Susut
kualitatif
– Bahan
pangan mengalami penurunan mutu sehingga tidak layak lagi dikonsumsi oleh
manusia
• perubahan-perubahan
biologi (mikroba, serangga, tungau, respirasi)
• perubahan-perubahan
fisik (tekanan, getaran, suhu, kelembaban)
• perubahan-perubahan
kimia dan biokimia (reaksi pencoklatan, ketengikan, penurunan nilai gizi dan
aspek keamanan terhadap kesehatan manusia)
• Susut
kuantitatif
– Kehilangan
jumlah atau bobot hasil pertanian, akibat penanganan pasca panen yang tidak
memadai, dan karena gangguan biologi (proses respirasi, serangan serangga dan
tikus)
JENIS KERUSAKAN
• Kerusakan
mikrobiologis
• Kerusakan
mekanis dan fisik
• Kerusakan
kimiawi
• Kerusakan
biologis
Kerusakan Mikrobiologi
• Bakteri,
kapang, khamir
• Cara
perusakan: menghidrolisa atau mendegradasi makromolekul yang menyusun bahan
pangan menjadi fraksi-fraksi yang lebih kecil
– Karbohidrat
® gula sederhana
– Protein
® peptida, amida, amoniak
– Lemak
® gliserol, asam lemak
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba:
– Aktivitas
air (Aw) bahan pangan (air bebas yang terkandung dalam bahan pangan yang dapat
digunakan oleh mikroba untuk pertumbuhannya)
– pH
bahan pangan
– Kandungan
zat gizi bahan pangan
– Suhu
penyimpanan dan pengolahan
– Ketersediaan
oksigen
Aw untuk pertumbuhan jasad renik
Mikroorganisme
|
Aw minimum
|
Bakteri
|
0,90
|
Khamir
|
0,88
|
Kapang
|
0,80
|
Bakteri halofilik (tahan lar. garam)
|
0,75
|
Kapang serofilik (tahan lar. pekat)
|
0,65
|
Khamir osmofilik (tahan kekeringan)
|
0,60
|
Kerusakan
Mekanis dan Fisik
• Kerusakan
mekanis
– Karena
benturan-benturan mekanis: pelemparan bahan, penggunaan alat saat panen (galah,
jatuh, cangkul), saat transportasi
• Kerusakan
fisik
– Karena
perlakuan fisik:
• Pengeringan
(case hardening)
• Pendinginan
(chilling injuries dan freezing injuries)
Kerusakan dingin pada buah-buahan yang disimpan di bawah suhu terendah yang aman
| Komoditi | Suhu terendah yang aman | Kerusakan yang terjadi jika disimpan pada suhu antara 32 oF dan suhu terendah yang aman |
| Apel |
36-38
| Pencoklatan bagian dalam, bagian tengah coklat, lembek, dan lepuh |
| Avokat |
40-45
| Daging buah coklat kehitaman |
| Pisang |
53-56
| Warna jelek jika matang |
| Jeruk besar |
50
| Lepuh, lubang cacat, benyek |
| Mangga |
50-55
| Kulit lepuh, kehitam-hitaman, pematangantidak merata |
| Semangka |
40
| Lubang cacat, busuk pada permukaan |
| Pepaya |
45
| Lubang cacat, gagal matang, citarasamenyimpang, busuk |
| Nanas |
45-50
| Warna ijau jelek jika matang |
| Tomat (matang) |
45-50
| Pelunakan, benyek dan busuk |
| Tomat hijau |
55
| Warna jelek jika matang dan busuk |
• Kerusakan
Kimiawi
• Reaksi
pencoklatan:
– Enzimatis
– Non-enzimatis
• Proses
ketengikan:
– Oksidatif
– hidrolisis
• Reaksi
pencoklatan enzimatis
• Tidak
terlalu banyak dijumpai pada bahan pangan berkadar air rendah
• Aktivitas
enzim dipengaruhi: kadar air, ketersediaan oksigen, suhu, pH, lama penyimpanan
• Umum
terjadi pada buah dan sayuran
• Apel,
pisang, salak, kentang, kandungan polifenoloksidase
• Bisa
terjadi jika ada:
– substrat
senyawa fenolik
katekin, dan turunannya seperti tirosin, asam kafeat, asam
klorogenat, leukoantosianin
- Enzim
Polifenoloksidase, fenoloksidase, fenolase, polifenolase,
- oksigen
• Reaksi
pencoklatan non-enzimatis
• Reaksi
maillard
• Karamelisasi
• Pencoklatan
akibat vitamin C
• Maillard:
ahli kimia Perancis, 1912 pertama kali menjelaskan terjadinya reaksi maillard
• Terjadi
pada bahan pangan yang mengandung gula pereduksi dan protein, tergantung pada
suhu, pH, dan Aw selama penyimpanan
– Asam
amino + gula pereduksi = seny. Kompleks tdk berwarna larut dlm air
– Seny.
kompleks akan terurai lagi membentuk seny. kompleks berwarna coklat tdk larut
dalam air
• Hasil
Rx. Maillard:
– Seny.
yang memiliki daya antioksidan dan dapat mencegah terjadinya oksidasi lemak
selama penyimpanan
– Terbentuknya
seny. kompleks berwarna coklat yg tdk larut air menyebabkan bahan pangan sulit
direkonstruksi (tepung telur, susu bubuk, dll)
– Penurunan
nilai gizi (seny. Kompleks yg terbentuk sulit dicerna, kand. asam amino
berkurang, terutama lisin yg paling reaktif dengan gula pereduksi)
– Citarasa
ada yang diinginkan (kopi sangrai, roti panggang)
• KARAMELISASI
• Rasa
gula karamel merupakan kombinasi rasa manis, pahit, dan asam
• Terjadi
selama pengolahan
• Tahapan
reaksi karamelisasi:
– Pemecahan
molekul sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
– Suhu
tinggi, misal 170oC, akan mengeluarkan molekul air dari tiap molekul
gula sehingga terbentuk glukosa
– Proses
pemecahan dan dehidrasi dilanjutkan dengan polimerisasi, dan timbul beberapa
asam dalam campuran tersebut
– Pencoklatan
Akibat Vitamin C
• Vit.
C (as. askorbat) merupakan seny. reduktor dan bertindak sebagai prekursor untuk
pembentukan warna coklat non-enzimatis
• Menyebabkan
penurunan nilai gizi
• Kerusakan
Biologis
• Kerusakan
karena serangga, pengerat, ulat
• Penyusutan
kualitatif dan kuantitatif
• Seragga
menyebabkan kerusakan terbesar dalam bahan pangan
• Penularan
terjadi karena perpindahan komoditas dari gudang 1 ke gudang lainnya
• Pertumbuhan
cepat 25-350C
• Pencegahan
dengan fumigasi insektisida, pengendalian atmosfer, predator, bahan alami,
midifikasi fisik
• Tikus
merusak kemasan dan bahan pangan
• Kontaminasi
urin, kotoran, bulu, bangkai yang menyebabkan berbagai penyakit
• Assesment
• Simple
– Visual
and olfactory impression
– Ex
daging mentah dapat disimpulkan busuk apabila warnanya yang merah terang telah
hilang
• Analytical
– By
some test
Subscribe to:
Posts (Atom)



