20 February 2015

sistem informasi akademik UNDIP

undip memiliki sistem informasi akademik yang canggih, dari intranet dengan web sia.undip.ac.id
dari extranet menggunakan sift.undip.ac.id, id wali Fitriyono adalah 4064

19 February 2015

export traveling library

pada saat sebuah kesempatan penulis bekerjasama dengan penulis lain dan mengalami kesulitan dalam sharing database sitasi, maka penggunaan traveling library sangat menguntungkan, dokumen word yang sudah memiliki kutipa end note cukup dieksport traveling library ke library aktif kita. dan segala identitas yang kita inginkan akan muncul di library end note san siap digunakan

kemudian kopi paste artikel, dan dilanjutkan dengan update citation and bilbiograpy



Resep Mie Instan Sehat

merupakan hasil wawancara dari penulis
http://1.beritasatu.com/1health/id/article/detail/resep-mie-instan-sehat-399.html


13 Januari 2015 04:32:06
Category Eat Well
Author Rinaldi Herdianto
  • 1Health | Resep Mie Instan Sehat
    Selain sehat, mie instan dapat tampil lebih menggugah selera. (1Health/Rinaldi  Herdianto )
  • 1Health | Resep Mie Instan Sehat
    Resep sederhana ini mengubah mie istan biasa menjadi sebuah hidangan sehat yang merangsang selera. (Flicke/Aljomanah)
  1. 1
  2. 2
Saat Anda sedang terburu-buru, dan hanya punya sedikit waktu untuk menyiapkan makanan, mie instan sering menjadi pilihan santapan siap saji banyak orang. Jangan khawatir, mie instan masih cukup aman untuk dikonsumsi, asal Anda tidak makan lebih dari satu bungkus sehari.
Bila Anda khawatir dengan kandungan lilin dalam mie instan, Anda harus tahu, bahwa lapisan mirip lilin dalam mie instan tersebut merupakan sisa minyak yang digunakan untuk menggoreng mie, pada proses awal pembuatan mie. Menurut ahli teknologi pangan, Fitriyono Ayustaningwarno, STP, MSI dari Universitas Diponegoro, Semarang, proses penggorengan mie instan tersebut dimaksudkan agar mie lebih tahan lama dan bentuknya tidak berubah saat didistribusikan.
Ia juga menambahkan, agar mie instan lebih bergizi, ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi. Antara lain, menghindari konsumsi mie instan sebagai lauk dan dimakan bersama nasi. Sebab itu artinya Anda hanya mengonsumsi karbohidrat saja. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat akan meningkatkan risiko obesitas. Selain itu, Anda juga perlu menambahkan bahan lain seperti sayur dan protein seperti resep berikut:
Bahan
1 bungkus mie instan (pilih rasa kesukaan Anda).
1 potong dada tanpa tulang dan kulit (100-120 gram), potong dadu.
1 buah wortel ukuran sedang, parut.
1 ikat bok choy, potong-potong.
1 butir telur.
250 ml air.
Cara membuat
Masukkan air ke dalam panci dan didihkan dengan api besar. Setelah air mendidih, masukkan potongan ayam dan biarkan masak hingga empuk, lalu keluarkan potong ayam.
Menggunakan sisa kaldu dari rebusan ayam, masak mie instan seperti biasa. Tambahkan  parutan wortel dan potongan bok choy.Terus didihkan dengan api sedang, lalu pecahkan telur di atasnya. Biarkan hingga telur matang. Sajikan di mangkok sedang dan hias dengan potongan ayam dan bawang goreng atau potongan daun seledri.
Enjoy!
Sedikit catatan, walau resep ini lebih sehat dari mie instan biasa, kami tidak sarankan Healthy-wans untuk mengonsumsinya setiap hari. Anda perlu mengonsumsi bahan makanan lain untuk mendapatkan zat gizi yang lebih lengkap yang bisa didapat dari aneka ragam bahan makanan lain.

17 February 2015

Dokumen LPDP

SURAT KETERANGAN
NO :         /UN7.3.4/PSIG/KP/2014
Yang bertanda tangan di bawah ini Ketua Program Studi ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, dengan ini menerangkan bahwa:
Nama                           : Fitriyono Ayustaningwarno S.TP., MSi
NIP                             : 198410012010121006
Pangkat/ Golongan     : Penata Muda Tk.1/III-b
Alamat                        : jl. Bukit Kelapa Sawit VIII/ AK 5 Semarang

Bahwa yang bersangkutan diizinkan untuk mengikuti seleksi Beasiswa Doktor pada Program Beasiswa LPDP.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.


Ketua,



dr. Yekti Wirawanni

NIP. 195009291980012001



contoh esai LPDP

ESSAY 1: Peranku Bagi Indonesia (500-700 kata)
Indonesia adalah tempatku berbakti, mengabdi dan berkarya. Bangga menjadi Warga Negara Indonesia dibuktikan dengan karya yang nyata bagi negaraku. Karya nayata ini sudah dimulai sejak mengikuti kuliah S1 di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Pada saat itu saya aktif pada organisasi LEO Club. Pada organisasi tersebut saya bisa melakukan aksi-aksi sosial langsung kepada masyarakat. Kunjungan ke panti asuha, dan donor darah adalah beberapa kegiatan yang pernah saya lakukan. Saat menempuh pendidikan sarjana tersebut, saya mulai merasa bahwa dunia ilmiah adalah salah satu cara untuk berperan bagi nusantara. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya penelitian sarjana saya dengan judul Tingkat Keefektifan Lactoperoxidase System (LPS) untuk Memperpanjang Lama Simpan Susu Segar di jurnal agroteknologi, kemudian membuat paper yang rencananya akan dipresentasikan di Bangkok pada tahun 2007 dengan judul Vacuum frying usage on increasing food diversity pada seminar International Agricultural Engineering Conference: Cutting edge technologies and innovations on sustainable resources for world food sufficiency. Tulisan-tulisan yang saya hasilkan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kajian ilmiah di Indonesia, dan mengembangkan ilmu terkait.

Pengalaman menghasilkan tulisan tersebut, memacu saya untuk terus berkarya bagi Indonesia. Pada saat saya kuliah Magister di Institut Pertanian Bogor, bersama dengan pembimbing Thesis saya, Prof. Dr. Ir. Tien. R. Muchtadi MS, saya membantu menulis dan menerbitkan dua buah buku referensi yang digunakan secara luas di Indonesia dalam hal Teknologi pangan. Buku tersebut berjudul Ilmu Bahan Makanan dan Teknologi Proses Pengolahan Pangan yang diterbitkan oleh CV. Alfa Beta pada tahun 2010. Pada saat belajar ilmu pangan saya juga mulai belajar menulis artikel popular yang ditujukan pada masyarakat umum. Tulisan saya yang berjudul Vacuum Frying Tingkatkan Keanekaragaman Pangan dimuat di dalam Gorontalo Post tanggal 19 dan 20 Juni 2007. Dengan menulis populer diharapkan masyarakat awam mengetahui perkembangan dunia penelitian pangan dengan bahasa yang lebih sederhana.

Semakin meningkatnya minat pada dunia ilmiah menyebabkan saya tertarik untuk menjadi dosen. Saya berpikir bahwa dengan menjadi dosen, akan meningkatkan kemampuan saya untuk memiliki manfaat bagi Indonesia. Sehingga pada saat salah satu teman menawarkan untuk melamar menjadi dosen di program studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, saya langsung melamar. Setelah melewati berbagai proses, saya diterima menajdi dosen pada bulan Desember 2010. Dengan status baru sebagai dosen, saya mulai banyak berperan dalam dunia ilmiah, maupun kemasyarakatan. Pada tahun 2012 saya bersama dengan dosen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Ir.Sumardi., MSc mengelola acara dengan judul “Diskusi Kampus”. Acara tersebut merupakan siaran radio di Smart FM 93.4 Semarang yang mengundang mahasiswa di seluruh Jawa Tengah untuk menjadi pembicara untuk membahas masalah terkini di lingkungan mereka. Acara ini mengudara pada bulan Febuari –Agustus 2012. Selain memfasilitasi mahasiswa, kami juga melakukan pelatihan singkat kepada mahasiswa terkait bagaimana cara berdiskusi yang baik dan juga tehnik-tehnik berbicara di depan umum.

Selama 4 tahun menjadi dosen saya menghasilkan 1 buah buku ajar, 2 buah buku referensi yang dapat digunakan untuk mempelajari Pangan dan Gizi. Buku ajar Ilmu dan Teknologi Pangan yang kami susun merupakan hasil Hibah Penulisan Buku Ajar dari Universitas Diponegoro. Buku ajar tersebut digunakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi FK, Undip sebagai buku panduan belajar. Buku tersebut juga didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan menyebarnya buku tersebut, diharapkan dapat meningkatkan bahan belajar untuk bidang Ilmu Pangan. Buku referensi yang berhasil diterbitkan pada tahun 2014 adalah Aplikasi Pengolahan Pangan dan Teknologi Pangan: Teori Praktis dan Aplikasi. Buku tersebut diharapkan digunakan sebagai dasar pengembangan produk pangan di Indonesia.

Selain menghasilkan buku, saya juga produktif untuk menghasilkan jurnal, sebagian besar jurnal yang dihasilkan memiliki topik pangan fungsional dari tanaman. Pemilihan topik ini dilatar belakangi oleh potensi luar biasa dari sayur dan buah-buahan lokal Indonesia. Keprihatinan terkait minimnya penelitian dan pengembangan produk makanan berbasis sayur dan buah lokal menjadi latar belakang pemilihan topik tersebut. diharapkan dengan meningkatkan penelitian dan pengembangan prodk lokal tersebut, dapat meningkatkan daya saing sayur dan buah lokal dari produk impor.

Dalam berkarya tidak lengkap apabila tidak diaplikasikan ke masyarakat. Sehingga dalam 4 tahun menjadi dosen, saya mengikuti berbagai macam kegiatan kemasyarakatan. Antara lain menjadi narasumber kegiatan Pemantapan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) untuk anak usia dini dengan topik Arti Penting Mengkonsumsi Umbi-Umbian, Sayur, Buah dan Protein Hewani untuk Anak di SDN 03 Palebon, Semarang pada tanggal 7 Juni 2014. Kegiatan ini akan meningkatkan konsumsi pangan sehat di SD tersebut, yang pada akhirnya akan mengingkatkan kesehatan anak-anak.


ESSAY 2: SuksesTerbesar Dalam Hidupku (500-700 kata)
Sukses Mensukseskan Lingkungan

Sukses terbesar dalam hidupku sudah terjadi atau belum. Itu pertanyaan yang hanya dapat dijawab oleh Allah. Akan tetapi pada saat ini saya dapat bercerita terkait dua hal, sukses terbesar yang sudah saya dapatkan, dan sukes terbesar yang mungkin akan saya dapatkan. Sukses terbesar yang sudah terjadi menurut saya adalah saat saya berhasil membangkitkan, membimbing orang di lingkungan saya menjadi sukses atau menjadi lebih sukses. Saya mulai menjadi dosen di Program studi Ilmu Gizi pada bulan Desember 2010. Saya membawa nama besar IPB sebagai almamater S2 saya, dan Unika Soegijapranata sebagai almamater S1 saya. Saya datang ke Prodi Ilmu Gizi yang baru didirikan pada tahun 2003. Saat mau mendaftar, saya sudah terbayang bahwa dosen baru yang membawa budaya berbeda ke lingkungan baru, tentu dapat menimbulkan resistensi yang luar biasa pada tempat baru. Hal ini terbukti pada saat mulai mengajar, didapatinya sistem pamong yang tidak teratur, koordinasi lemah, yang menyebabkan prestasi rendah. Ada beberapa hal yang sukses saya tularkan, yang pertama adalah kemampuan menulis buku. Saya masuk ke prodi ilmu gizi dengan modal membawa 2 buah buku yang saya terbitkan bersama dosen saya di IPB. Dengan kepercayaan diri tinggi, saya mulai budaya menulis dan menerbitkan buku di Prodi. Hasilnya tampak dengan bertambahnya buku saya sebanyak tiga judul, dan jumlah buku teman teman dosen prodi dari tidak ada menjadi tiga judul terbit dan tiga judul dalam proses pencetakan maupun proses penulisan. Sukses berikutnya adalah ikut serta dalam inisiasi pembentukan pusat riset gizi di UNDIP, dengan nama CENURE (Center of Nutrition Research), lembaga ini diharapkan menjadi tempat teman-teman gizi bertukar pikiran dan meningkatkan publikasi di bidang gizi. Menjadi dosen wali dan dosen pembimbing karya tulis mahasiswa yang baik juga yang coba saya contohkan ke teman-teman Prodi. Dosen wali yang baik harus dapat mengidentifikasi segala permasalahan yang ada pada mahasiswa, hal ini tidak dapat dihasilkan dari waktu konsultasi yang singkat dan berkelompok. Dengan meluangkan waktu lebih banyak untuk konsultasi dan bimbingan mahasiswa, saya dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, dan memberikan solusi, dengan metode tersebut, mahasiswa menjadi lebih nyaman untuk berbicara dan berpendapat. Dengan metode tersebut juga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa yang bersangkutan. Beberapa bukti yang ada adalah dengan berangkatnya mahasiswa ke berbagai kompetisi maupun pertukaran pelajar di luar negeri, ada juga mahasiswa yang terpacu untuk melanjutkan kuliah ke jenang yang lebih tinggi.

Sukses terbesar yang saya bayangkan melebihi yang sudah terjadi pun ada. Dengan menjadi seorang doktor, saya membayangkan bahwa saya akan menjadi peneliti, dosen yang unggul di bidang pangan fungsional berbasis tanaman lokal. Dengan menjadi ahli di bidang tersebut saya akan mampu meningkatkan pengolahan makanan fungsional berbasis tanaman lokal. Ekonomi petani akan meningkat, begitu pula ekonomi pengolah makanan, dan pada akhirnya daya saing bangsa mengingkat. Akan tetapi jalan untuk mencapai sukses terbesar tersebut tidak mudah. Langkah kecil demi langkah kecil diperlukan. Membangun basis yang kuat untuk dapat menjulang tinggi. Sukses itu tidak instant. Beberapa langkah kecil sudah mulai dibuat, pengalaman membuat proposal penelitan berbasis tumbuhan sudah banyak dilakukan, mengerjakan penelitian-penelitian untuk dosen mudah juga sudah mulai dilakukan. Menguasi tehnik-tehnik penulisan, seperti bagaimana mengutip tulisan menggunakan bantuan perangkat lunak juga telah dilakukan. Diharapkan dengan menjadi seorang doktor, saya akan mampu mengerjakan penelitian yang lebih besar lagi, dan juga pengababdian kepada masyarakat pada lingkup yang lebih besar lagi sehingga memiliki pengaruh yang lebih besar bagi kehidupan bangsa dan bernegara.


RINGKASAN PROPOSAL PENELITIAN (1500- 2000 kata)



Proposal LPDP

Food processing and nutrition Antioxidant system in red dragon fruit during processing

Introduction
Red Dragon fruit has increased popularity in Indonesia. Its production spread accross the nation from Sumatera, Java, and Kalimantan. Its high functional properties increase consumer demand. The main active compound in red dragon fruit is betalain. These colorants are very stable during processing and storage. Betacyanin contents, in the pulp and peel of Hylocereus fruits, are 10.3 to 13.8 mg 100 g-1 and have been identified using several techniques.(1) Red dragon fruit also has other functional ingridients such as vitamin C, carotene, and anthosianin. This compound has numerical health advantages that sensitive to processing.
Red dragon fruit in Indonesia mainly for fresh consumption. It will spoil after 2 weeks. This short live time, is disadvantages of seasonal fruit such as red dragon fuit. Fruit preservation is a chalange to produce a product that still have high benefit and have long self live. Various fruit processing available with some extend of active compound degradation and various seld live. Processing and interaction with other nutrient also influence the active compound bioavailability.
Fruit drying is one of popular preservation methods because it can be consumed throughout the year. But nutritional profile of dried fruit is an issue. Convection oven-drying at 40 oC of 9, 12 and 14 hours resulted in a significant decrease in the ascorbic acid equivalent antioxidant capacity of guava, respectly 26.96%, 28.87%, 44.43%. Total phenolic compound in guava after 12 and 14 hours decrease significantly, respectly 20%, and 22% (2).
In other research hot air convective drying of red beet at 50–65 oC gave best pigment retention (betacyanin: 5.1 and betaxanthin: 2.4 mg/g dry beet powder), which was the same as that in freeze-dried samples. Total phenolic content and antioxidant activity were higher than freeze-dried samples that increased with increase in drying temperature (1.2–1.6 mg gallic acid equivalents/g and 3.9–6.4 mM trolox equivalents/g, respectively). (3). The heat pump works on the principle of refrigeration that cools an air stream and condenses the water contained in it. Cold air drying of gac produce total β-carotene and lycopene 5.04% (4)
Osmotic dehydration has received greater attention in recent years as an effective method for preservation of fruits and vegetables. It involves dehydration of fruit slices in two stages, removal of water using as an osmotic agent and subsequent dehydration in a dryer where moisture content is further reduced to make the product shelf stable.(5)
Second chapter will compare some of main quality parameters of dried fruit by conventional drying, heat pump drying, and osmotic drying, focusing on nutrition related aspects and physical aspects.
Vacuum frying is an option for producing novel snacks that present desired quality attributes and coincide with new health trends. The deep- frying process is carried out in a closed system under pressures well below atmospheric levels, which reduce the boiling-point of water and thus the frying temperature. In fact, most of the benefits of this technology are a result of the low temperatures employed and minimal exposure to oxygen.(6)
Common antioxidants present in raw fruits and vegetables, such as vitamins C (ascorbic acid) and vitamin E, carotenoids, flavonoids, and thiol (SH) compounds are highly sensitive to normal atmospheric frying conditions, and they could well be preserved under vacuum frying.(6)
The objective of thrid chapter is to compare some of the main quality parameters of vacuum- and atmospheric-fried red dragon fruit, focusing on nutrition-related aspects, such as oil uptake, preservation of betalain and vitamins, the antioxidant capacity of the chips and oil quality obtained under different processing conditions to identify the potential of vacuum frying to produce healthier novel snack products (6).
In recent years, a number of novel, alternative, or “advanced” processing technologies have generated a lot of interest for their ability to insure microbiologically safe products with long shelf life and superior quality as compared to conventional thermally processed foods. Many of these technologies were initially classifiedas “nonthermal,” although heat may still be generated during application of the processes. In general, the temperatures to which foods are exposed in these advanced processes are relatively low and may be below pasteurization temperatures. For this reason, there is tremendous potential for production of superior quality food products. In general, heat adversely affects texture, color, flavor, and nutrient content. Foods can be processed by methods such as irradiation, high hydrostatic pressure, ultrasound, filtration, use of antimicrobials, and electrical methods such as pulsed electric fields (PEFs), ohmic, microwave, radiofrequency, light pulses, and oscillating magnetic fields. These methods are attractive to the food industry because more fresh-like, flavorful, colorful, and nutrient rich may be produced.(7)
High hydrostatic pressure processing is the advanced technology that is being adopted most quickly by the food industry as a potential alternative to pasteurization of food products. Recently combination HP high temperature processes are also being studied as sterilization processes. Examples of successful HP-treated foods commercially available are fruit jams and sauces, guacamole, sliced cooked hams, oysters, and meal kits that contain meat, salsa, guacamole peppers, and onions. (7)
Electric field processing. Over the past 20 y, there has been a tremendous increase in the published literature related to the potential use of different parts of the electromagnetic spectrum, such as ohmic, moderate and PEFs, infrared and microwaves, to process foods. As with HP applications, these methods may hold promise for production of higher quality preserved foods due to their inherent ability to uniformly and simultaneously treat the entire food.(7). The forth chapter will investigate quality changes during non thermal processing.
Bioavailability is a major issue when considering the potential health effects of dietary antioxidants. Betacyanins have appeared to be absorbed and have been detected in the urine of subjects who consumed red beet juice or beetroot.(8)
The absorption efficacy of phytochemicals can be affected by the mixture of their food matrix. With respect to the pure compounds, the trans-epithelial transport rate of betanin from the soluble fraction of betalainic food digesta was strongly reduced, whereas that of indicaxanthin was not. Phenolic groups of phytochemicals may be involved in hydrogen bonding with protein moiety, and then complexes between betanin and soluble protein fragments in the post-intestinal digesta could prevent a fraction of the pigment to be absorbed. Eventual competition by other betalainic food components for the paracellular pathway could also be hypothesized. Present observations that betanin from cactus pear appeared more readily absorbed than from red beet are quite in accordance with previous studies in humans, showing higher bioavailability of betanin from dietary cactus pear fruit than from red beet juice. This may deserve consideration for nutritional purposes (9). Fifth chapter will investigate influence of food processing to health.

Methodology
This reseach will be devided into 5 chapters. First chapter will be be a review on two subjects, the first subject will be red dragon fruit charateriztic, including proximate, vitamin, mineral, betalain, phenolic compound, tocopherol, carbohydrate composition, and health benefit. The second subject will be the current available red dragon fruit processing.
Second chapter will be Effect of drying technology to dried red dragon fruit. Drying technology that will be used in this research are convection oven drying, hot pump drying, and osmosis drying. Each process will be carried out at 20, 30, 40 oC for 14 hours with sampling period each 30 minutes. Osmotic dehydration will be carried out at five levels of osmotic sucrose solution concentrations (25, 35, 45, 55 and 65 w/w).(10) Dried red dragon fruit produced will be subjected to moisture analysis (10), surface color measurement(10), betalain content (HPLC) (11), ascorbic acid (HPLC)(6), non enzymatic browning (Spectrophotometer uv-vis)(6), antioxidant capacity (FRAP) (6).
Third chapter will be Effect of vacuum frying to red dragon fruit. Red dragon fruit will be fried at atmospheric and vacuum atmosphere (6). Fried red dragon fruit produced then will be subjected to to moisture analysis (10), surface color measurement(10), betalain content (HPLC) (11), ascorbic acid (HPLC)(6), non enzymatic browning (Spectrophotometer uv-vis)(6), antioxidant capacity (FRAP) (6), oil content (A.O.A.C. 1995), and oil that used to fry will be subjected to FFA (12), Thiobarbituric acid (13), and peroxide value (14).
Forth chapter will be Effect of Non thermal processing of red dragon fruit juice. Red dragon fruit juice will be processed with a continuous flow pilot plant manufactured by Wageningen UR Food & Biobased Research (16), and High Pressure Processing with WAVE 6000/55 high pressure unit (16). Processed red dragon fruit juice will be subjected to color analysis, brix analysis, pH analysis, dry matter content, cloud stability and viscosity (16), betalain content (HPLC) (11), ascorbic acid (HPLC)(6), antioxidant capacity (FRAP) (6).
Last chapter will be Designing of healthy red dragon fruit product. Red dragon fruit will be manufactured into yoghurd and ice cream. Alongside with the red dragon fruit slices, two processed dragon fruit will be introduced as diet intervention to healthy subject (8). After consumed the product, each subject will be taken their blood to be characterized for Betalain, Oxidation, vitamin E and carotenoid (8).




Bibliography
1. Ortiz-Hernández YD, Carrillo-Salazar JA. Pitahaya (Hylocereus spp.): a short review. Comunicata Scientiae. 2012;3(4):220-37.
2. Siow LF, Hui YW. Comparison on the antioxidant properties of fresh and convection oven-dried guava (Psidium guajava L.). International Food Research Journal. 2013;20(2):6.
3. Gokhale SV, Lele SS. Betalain Content and Antioxidant Activity ofBeta vulgaris: Effect of Hot Air Convective Drying and Storage. J Food Process Preserv. 2014;38(1):585-90.
4. Dzung NT. Application of Multi-Objective Optimization by The Restricted Area Method to Determining the Cold Drying Mode of Gac. Canadian Journal on Chemical Engineering & Technology. 2011;2(7):136-43.
5. Chavan UD, Amarowicz R. Osmotic Dehydration Process for Preservation of Fruits and Vegetables. Journal of Food Research. 2012;1(2).
6. Dueik V, Bouchon P. Vacuum Frying as a Route to Produce Novel Snacks with Desired Quality Attributes According to New Health Trends. J Food Sci. 2011;76(2):E188-E95.
7. Gonzalez ME, Barrett DM. Thermal, High Pressure, and Electric Field Processing Effects on Plant Cell Membrane Integrity and Relevance to Fruit and Vegetable Quality. J Food Sci. 2010;75(7):10.
8. Tesoriere L, Allegra M, Butera D, Livrea MA. Absorption, excretion, and distribution of dietary antioxidant betalains in LDLs: potential health effects of betalains in humans. Am J Clin Nutr. 2004;80:941-5.
9. Tesoriere L, Gentile C, Angileri F, Attanzio A, Tutone M, Allegra M, et al. Trans-epithelial transport of the betalain pigments indicaxanthin and betanin across Caco-2 cell monolayers and influence of food matrix. Eur J Nutr. 2013;52(3):1077-87.
10. Boudhrioua Mihoubi Nourh DMN, Courtois Franci KN. Effect of Osmo-dehydration Conditions on the Quality Attributes of Pears. Journal of Food Processing & Technology. 2013;04(08).
11. Ravichandran K, Saw NMMT, Mohdaly AAA, Gabr AMM, Kastell A, Riedel H, et al. Impact of processing of red beet on betalain content and antioxidant activity. Food Res Int. 2013;50(2):670-5.
12. Lowry RR, Tinsley IJ. Rapid colorimetric determination of free fatty acids. Journal of American Oil Chemists' Society. 1975;53:470-2.
13. AOCS. American Oil Chemists' Society. Official method Cd 19-90 2-Thiobarbituric acid value Direct method. Champaign: AOCS; 1998.
14. Hornero-Méndez D, Pérez-Gálvez A, Mínguez-Mosquera* MI. A Rapid Spectrophotometric Method for the Determination of Peroxide Value in Food Lipids with High Carotenoid Content. Journal of American Oil Chemists' Society. 2001;78(11):1151-5.
15. Vallverdu-Queralt A, Odriozola-Serrano I, Oms-Oliu G, Lamuela-Raventos RM, Elez-Martinez P, Martin-Belloso O. Impact of high-intensity pulsed electric fields on carotenoids profile of tomato juice made of moderate-intensity pulsed electric field-treated tomatoes. Food Chem. 2013;141(3):3131-8.

16. Timmermans RAH, Mastwijk HC, Knol JJ, Quataert MCJ, Vervoort L, der Plancken IV, et al. Comparing equivalent thermal, high pressure and pulsed electric field processes for mild pasteurization of orange juice. Part I: Impact on overall quality attributes. Innovative Food Science & Emerging Technologies. 2011;12(3):235-43.

surat rekomendasi

Surat Rekomendasi

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Prof. Dr. dr. Hertanto Wahyu Subagio, MS, SpGK
Jabatan : Pembantu Rektor I, Universitas Diponegoro
Alamat : Jl. Prof. H. Soedarto, SH. Tembalang
Telepon : 08122841165
Email : drhertantows@gmail.com

Memberikan rekomendasi kepada:
Nama : Fitriyono Ayustaningwarno S.TP., M.Si
Alamat : jl. Bukit Kelapa Sawit VIII/ AK 5 Semarang


1. Berapa lama Saudara telah mengenal Pelamar ?
Saya telah mengenal pelamar selama 4 tahun

2. Dalam kapasitas apa Saudara berinteraksi dengan Pelamar ?
Saya berinteraksi dengan pelamar sebagai Pembantu Rektor bidang Akademik.

3. Berikan informasi tentang aktifitas dan prestasi Pelamar yang perlu diperhatikan ?
Pelamar aktif dalam mengikuti kegiatan keilmiahan, seperti mengikuti pelatihan keamanan pangan di Belanda, menerbitkan berbagai macam buku, aktif dalam organisasi keilmuan.


4. Berikan alasan Saudara merekomendasikan Pelamar ?
Pelamar memiliki kemampuan akademik yang baik, potensi menjadi pemimpin di bidangnya




5. Berikan penilaian Saudara atas beberapa aspek penilaian berikut dengan memberi tanda silang pada pilihan Saudara (dibandingkan antara Pelamar dengan komunitas yang Saudara terlibat selama ini).

Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Kepemimpinan




Keterlibatan dalam komunitas

Kepercayaan diri

Kedewasaan

Kemampuan beradaptasi

Potensi untuk berkembang

Potensi untuk menjadi pemimpin

Idealisme terhadap kebenaran

Kemampuan akademik





Semarang, 14 November 2014




            (Prof. Dr. dr. Hertanto Wahyu Subagio, MS, SpGK)

surat izin atasan

SURAT IZIN ATASAN
NO :         /UN7.3.4/PSIG/D/KP/2014
Yang bertanda tangan di bawah ini
Nama                                       : dr. Hj. Endang Ambarwati. Sp. KFR (K)
NIP                                         : 19560806 198503 2001
Pangkat, golongan ruang        : IV/c
Jabatan                                                : Dekan Fakultas Kedokteran
Unit Kerja                               : Fakultas Kedokteran

Memberikan izin kepada::
Nama                                       : Fitriyono Ayustaningwarno S.TP., MSi
NIP                                         : 198410012010121006
Pangkat/ Golongan                 : Penata Muda Tk.1/III-b
Alamat                                    : jl. Bukit Kelapa Sawit VIII/ AK 5 Semarang

Untuk mengikuti seleksi Beasiswa Doktor pada Program Beasiswa LPDP dan apabila dinyatakan lolos, bersedia memberikan Surat Tugas Belajar.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dekan,



dr. Hj. Endang Ambarwati. Sp. KFR (K)

NIP. 19560806 198503 2001


03 February 2015

Pemberdayaan anak sekolah dasar untuk peningkatan pengetahuan sikap, dan praktek gizi seimbang dalam rangka hari gizi nasional 2015 di demak dan kudus



Pemberdayaan anak sekolah dasar untuk peningkatan pengetahuan sikap, dan praktek gizi seimbang dalam rangka hari gizi nasional 2015 di demak dan kudus

Pemberdayaan anak sekolah dasar untuk peningkatan pengetahuan sikap, dan praktek gizi seimbang dalam rangka hari gizi nasional 2015


Pemberdayaan anak sekolah dasar untuk peningkatan pengetahuan sikap, dan praktek gizi seimbang dalam rangka hari gizi nasional 2015 diadakan di SDN 3 Bugel Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara









































Car free day menyambut Hari gizi nasional 25 Januari 2015

Menyambut HGN 25 januari 2015. DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Gizi Fakultas kedokteran mengadakan acara gizi di CFD Jl Pahlawan, di depan Bapelkes,