13 January 2013

Dangerous Food Combining


Dangerous Food Combining
Oleh:
Fitriyono Ayustaningwarno STP., MSi
Secretary Executive CENURE (Center of Nutrition Research)
Universitas Diponegoro

Food combining merupakan cara makan untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi yang optimal. Metode ini intinya adalah makan harus sedarhana agar dapat dicerna dengan baik oleh kerja enzim yang akan mengurai makanan dan diserap oleh tubuh. Makanan yang berbeda memerlukan enzim yang berbeda. Terlalu banyak makanan akan menyebabkan tubuh tidak mampu menghasilkan enzim sekaligus. Sehingga akan menyebabkan masalah pencernaan, mulai dari kembung, sakit perut, muntah, diare, dan hal ini hanya merupakan gejala dari masalah yang lebih besar.

Apabila makanan tidak dicerna dengan baik, banyak masalah yang tiumbul, saat makanan tidak dicerna dengan kerja enzim, yang terjadi adalah pencernaan oleh bakteri, yang kemudian dapat menghasilkan racun berbahaya. Apabila makanan masuk ke dalam usus tanpa dicerna, maka dapat terjebak dan membusuk, dan akhirnya menyebabkan racun. Ada beberapa metode dalam food combining.

Rencana A food combining untuk pencernaan yang lebih baik
1.      Protein dahulu, karena protein membutuhkan paling banyak enzim untuk dicerna, protein dapat dikombinasikan dengan sayur hijau mentah dan tidak berpati
2.      Pati, dapat dikombinasikan dengan sayur hijau mentah dan tidak berpati
3.      Sayuran, mengandung enzim dan akan dicerna lebih cepat dibanding protein dan pati
4.      Makanan penutup, yang mengandung gula sederhana termasuk buah. Gula sederhana akan tercerna cepat.

Rencana B untuk yang sensitive
1.      Konsumsi makanan protein tinggi, makanan berpati, dan makanan tinggi lemak secara terpisah. Dapat dikombinasikan dengan sayuran hijau dan tidak berpati
2.      Konsumsi sumber karbohidrat yang sama juga kurang baik
3.      Konsumsi sumber protein yang berbeda secara bersamaan juga kurang baik, karena dapat menyebabkan beban pencernaan yang berlebih, contoh, keju dan omelet daging, keju dan kacang
4.      Tomat dan keju pada saus pasta. Tomat yang asam tidak cocok dikonsumsi dengan pasta yang perpati, apalagi dengan keberadaan keju yang memperberat kinerja enzim
5.      Cereal atau oatmeal susu dengan jus jeruk, jus jeruk dapat menginaktifasi enzim yang ada di dalam sereal, asam juga dapat menggumpalkan susu yang memperberat kerja enzim
6.      Buah dan makanan manis harus dikonsumsi sendiri, karena memiliki gula sederhana. Konsumsi kelompok ini 30 menit sebelum makan, atau 4 jam setelahnya.

Masalah kedua adalah kombinasi makanan yang memiliki bahan aktif yang berbahaya apabila dikonsumsi bersama,
·         Konsumsi buah-buahan ataupun teh yeng mengandung tannin tinggi dengan makanan berprotein tinggi seperti susu, seafood, akan menghasilkan komplek yang tidak dapat dicerna.
·         Konsumsi bakan minuman yang mengandung asam benzoate dengan asam askorbat (vitamin c), dapat menyebabkan terbentuknya senyawa benzene yang menyebabkan kanker
·         Konsumsi makanan tinggi besi dan makanan tinggi seng, mikro nutrient ini akan berkompetisi dalam penyerapan, sehinggi penyerapan keduanya tidak baik.

Masalah ketiga adalah kombinasi makanan dapat menguatkan bahan aktif yang dapat menyebabkan ancaman kesehatan.
·         Konsumsi kopi dan soft drink, yang mengandung kafein tinggi dapat menyebabkan overdosis kafein.
·         Alcohol dan minuman energy Dapat meningkatkan dan memperlama pengaruh alcohol

Dalam mengkonsumsi makanan, konsumen diharapkan memperhatikan bahan yang dikonsumsinya. Tidak hanya rasanya, tetapi juga pengaruh terhadap kesehatan. Pemilihan bahan pangan yang tepat akan meningkatkan kesehatan, akantetapi pemilihan makanan yang buruk dapat menimbulkan masalah.

sebagian dari makalah ini dimuat di majalah cempaka