12 December 2017

peneliti pria mendapatkan lebih banyak hibah dibandingkan wanita, benarkah?

sumber
http://amp.smh.com.au/national/health/male-researchers-given-8-prestigious-grants-women-get-none-20171206-h000ow.html




pada sebuah artikel yang dialngsir oleh the Sydne Morning Herald, disebutkan oleh Jayce Carrano bahwa peneliti pria mendapatkan 8 buah hibah bergengsi, sedangkan wanita tidak sama sekali. pada penelitian terbaru ditemukan bahwa peneliti wanita adalah "ghost writer"pada aplikasi hibah dan memasukkannya di bawah nama rekan pria, disebutkan bahwa pemberian dana tersebut berlaku tidak adil pada wanita.

Professor Deb Verhoeven, seorang social science researcher di University of Technology, Sydney menyebutkan bahwa praktek tersebut jamak dilakukanm dan hanya bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan pendanaan. Analisis yang dilakukan pada program pendanaan dari National Health and Medical Research Council (NHMRC) ditemukan bahwa 89% dana diberikan pada tim dengan pemimpin pria selama 15 tahun terakhir, dan pada tahun 2017 mencapai 100 %.

Hibah program yang sebesar $100 juta dari $877 juta merupakan gold standard dari pendanaan NHMRC. hal ini menyebabkan tim yang telah melakukan penelitian sebelumnya akan mendapatkan keuntungan, dan tim tersebut didominasi oleh pria.

Bias gender pada pendaan ini telah diketahui dan dicoba untuk memberikan pendaan ekstra untuk wanita. dan hasilnya NHMRC telah membiayai 34 project yang dipimpin wanita, dan meningkatkan total menjadi 186 tim, akan tetapi tetap lebih rendah dibanding 364 yang diberikan kepada pria.

faktor yang lain adalah senioritas, dimana pria lebih mendominasi posisi tersebut. ditambah dengan kondisi dimana wanita lebih sukar untuk melakukan perjalanan ke luar negri dan melakukan kolaborasi.

hal ini jelas tidak menguntungkan. inovasi biasanya terjadi pada tim dengan latar belakang yang bervariasi. skema sinergi yang akan diterapkan mulai tahun 2020 dimana menekankan adanya variasi dalam tim dalam hal gender, bidang studi, dan pengalaman.

bagaimana dengan di Indonesia?

24 October 2017

Pengaruh variasi pemberian Snack bar ubi jalar kedelai hitam terhadap Kadar Superoksida Dismutase (SOD) darah


ABSTRACT
Background: Snack bar from sweet potatoes and black soybeans is low GI, fat and calorie snack which have antioxidant content, such as β-carotene, anthocyanin, isoflavone, and antioxidant activity, so can be an alternative snack for patients with DM type 2. Antioxidants intake can prevent the oxidative stress that lead micro- and macro-vascular complications in DM type 2. Antioxidant intake may preserve endogen antioxidant capacity, which is can be determined by analyzing SOD concentration. Objective : analyze effect variety of Snack bar from sweet potatoes and black soybeans consume to SOD concentration. Methods : experimental post-pretest research used 3 varieties of sweet potato’s color (red, yellow, and purple) interventions. SOD concentration was analyzed by colorimetric. Statistic data was analyzed by dependent t-test and One Way Anova. Results : No different between groups interventions Snack bar from purple, yellow or red sweet potatoes (p=0,122). Group with snack bar from purple sweet potatoes intervention has lowest SOD decreasing percentage among other intervention groups. Conclusion : Consume snack bar form purple sweet potatoes and black soybeans can preserve SOD concentration better than consume snack bar form yellow or red sweet potatoes and black soybeans
Keyword : Snack bar, sweet potato, black soybean, antioxidant, Superoxide Dismutase, SOD

ABSTRAK
Latar Belakang : Snack bar dari ubi jalar dan kedelai hitam mengandung Indeks Glikemik (IG) rendah dan makanan ringan yang mengandung antioksidan, seperti β-karoten, antosianin, isoflavon, dan aktivitas antioksidan. Snack bar tersebut dapat menjadi camilan alternatif untuk pasien dengan DM tipe 2. Asupan antioksidan dapat mencegah stres oksidatif yang menyebabkan komplikasi mikro dan makro-vaskular di DM tipe 2. Asupan antioksidan dapat meningkatkan kapasitas antioksidan endogen, yang dapat ditentukan dengan menganalisis konsentrasi Superoksida Dismutase (SOD). Tujuan : Menganalisis pengaruh konsumsi berbagai Snack bar dari ubi jalar dan kedelai hitam terhadap konsentrasi SOD. Metode : Penelitian eksperimental digunakan 3 jenis warna ubi jalar ini (merah, kuning, dan ungu) intervensi. Konsentrasi SOD dianalisis dengan kolorimetri. Data statistik dianalisis dengan bergantung t-test dan One Way Anova. Hasil : Tidak ada perbedaan antara kelompok yang diintervensi Snack bar dari ubi jalar ungu, kuning atau merah (p = 0.122). Kelompok dengan snack bar dari ubi jalar ungu intervensi mengalami persentase penurunan SOD terendah diantara kelompok intervensi lainnya. Simpulan : Mengkonsumsi makanan ringan berupa bar ungu ubi jalar dan kedelai hitam dapat meningkatkan konsentrasi SOD lebih baik daripada mengkonsumsi ubi jalar makanan ringan berupa bar kuning atau merah dan kedelai hitam
Keyword : Snack bar, ubi jalar, kedelai hitam, antioksidan, Superoxide Dismutase, SOD

Full Paper

bagaimana cara mensitasi paper ini:
Ayustaningwarno, F., & Sabuluntika, N. (2014). Pengaruh variasi pemberian Snack bar ubi jalar kedelai hitam terhadap Kadar Superoksida Dismutase (SOD) darah. Jurnal Gizi Indonesia, 3(1), 109-114.